iki

REANK GOPEK

PERKENALAN

NAMA SAYA KHOIRUL UMAM
BIASANYA DIPANGGIL UMAM
SAYA SEKOLAH DI SMA ALMUNIROH UJUNG PANGKAH GRESIK

Sabtu, 17 Oktober 2015

P.A

organisasi pecinta alam

pengertian pecinta alam Pecinta alam jika diartikan, berasaldari kata cinta dan alam. Cinta mengandung arti menyukai,menyayangi, dan mengagumi. Alam mengandung arti segala yang ada di sekitar, baik berupa benda mati atau pun benda hidup.
Sehingga dari kata cinta menjadi pecinta yang menunjuk kepada subyek yaitu orang. Sampai saat ini belum ditemukan definisi yangjelas tentang pecinta alam. Sebab kata pecinta alam itu mengandung pengertian yang sangat luas. Namun, meskipun sampai sekarang belum ada yang bisa merumuskan istilah Pecinta Alam, namun jika dilihat dari kegiatannya dapat dibedakan dalam dua kelompok yakni : Kelompok pertama adalah merekayang hanya menggeluti kegiatan alam bebas dengan misi untuk menyalurkan hobi dan minat berpetualang di alam bebas. Kegiatannya meliputi pendakian gunung, pemanjatan tebing, mengarungi jeram di sungai, mengeksplorasi keindahan bawahlaut, menyusuri kedalaman dan kegelapan gua, dll. Kedua, kelompok yang selain melakukan kegiatan petualangan, juga melakukan kegiatan yang berorientasi pada penyelamatan lingkungan hidup,sehingga pada perkembangannya kegiatan kepencinta alaman menjadi semakin luas. Selain berpetualang mereka juga melakukan konservasi alam, pengamatan sosial-ekonomi-budaya masyarakat, hingga operasi SAR. Yang menjadi pertanyaan, sudahkah kedua kelompok dia atas mewakili defenisi pecinta alam? Jawabannya belum. Kenapa? karena seperti yang kita tahu pengertian alam itu bukan cuma menyangkut alam bebas atau pohon atau tanah atau air. Berbicara tentang alam berarti"semuanya" atau alam beserta isinya dan tentu saja kita tidak tau sampai dimana batasnya. Pertanyaan yang muncul kemudian ialah apakah ilmuan atau tukang sampah juga pecinta alam? Dilihat dari defenisi kata pecinta alam, jawabannya adalah "ya". Jadi memang susah untuk menjelaskan defenisi pecinta alam, yang kita tahu ialah hakekatkita sebagai pecinta alam yang mencintai alam beserta isinya, apapun itu termasuk masyarakat, serta kecintaan kita terhadap Sang Pencipta. Organisasi Pecinta Alam Seperti yang kita tahu, defenisi organisasi ialah perkumpulan sejumlah individu dengan dengan tujuan yang sama dan menciptakan struktur bagi perkumpulannya demi tercapainya tujuan tersebut. Jadi apa itu organisasi pecinta alam? Ialah organisasi yang memiliki tujuan yang dimiliki oleh para pecinta alam. Persepsi kebanyakan orang tentang organisasi pecinta alam ialah organisasi yang kegiatannya mendaki, panjat tebing, menyelam, penghijauan, SAR dan sebagainya. Benarkah begitu?. Pertanyaannya, apa tujuan pecinta alam? Jawabannya tidak terhitung. Mengapa? Jawabannya mari kita kembali memperhatikan defenisi pecinta alam, ada yang bisa membantah tidak kalau saya katakan mengajar, meneliti, dansebagainya adalah tujuan pecinta alam? Semua kegiatan itu kan mencintaialam beserta isinya (termasuk mencintai manusia). Oleh karena itu, organisasi pecinta alam boleh dikatakan sebagai sebuah organisasi yang sempurna walaupun kata orang tidak ada yang sempurna di duniaini. Mengapa? karena organisasi ini menyangkut semua yang ada di alam ini. Kegiatan-kegiatan seperti mendaki , memanjat tebing, susurgoa dan sebagainya yang sudah menjadi ciri dari organisasi pecinta alam hanya untuk meningkatkan kecintaan kita terhadap alam serta menyalurkan hobi. Namun, jangan heran jika muncul sebuah organisasi yang menyebut dirinya organisasi pecinta alam namun kegiatannya cuma seminar lingkungan hidup dan sebagainya.

Senin, 12 Oktober 2015

puncak gunung penanggungan

Gunung Penanggungan (dahulu bernama Gunung Pawitra) (1.653 m dpl) adalah gunung berapi kerucut (istirahat) yang terletak di Jawa Timur, Indonesia. Posisinya berada di dua kabupaten, yaitu Kabupaten Mojokerto (sisi barat) dan Kabupaten Pasuruan (sisi timur), berjarak kurang lebih 55 km dari Surabaya. Gunung Penanggungan merupakan gunung kecil yang berada pada satu kluster dengan Gunung Arjuno dan Gunung Welirang yang jauh lebih besar. Gunung Penanggungan sering disebut sebagai miniatur dari Gunung Semeru, karena hamparan puncaknya yang sama-sama terdapat pasir dan batuan yang luas. Menurut kepercayaan Jawa Kuna, Gunung Penanggungan merupakan salah satu bagian puncak Mahameru yang dipindahkan oleh penguasa alam. Penanggungan merupakan salah satu gunung suci dari sembilan gunung suci di Jawa. Dilihat dari sisi sejarah, gunung ini memiliki nilai yang penting. Di sekujur lereng gunung ini ditemui berbagai peninggalan purbakala, baik candi, pertapaan, maupun petirtaan dari periode Hindu-Buddha di Jawa Timur. Berdasarkan studi selama dua tahun (2012-2014) ditemukan 116 situs percandian atau objek kepurbakalaan, mulai dari kaki sampai mendekati puncak gunung[1]. Beberapa struktur yang ditemukan adalah Gapura Jedong (926 Masehi), Petirtaan Jalatunda (abad ke-10), Petirtaan Belahan, Candi Kendalisodo, Candi Merak, Candi Yudha, Candi Pandawa, dan Candi Selokelir. Selain bangunan Hindu, ditemukan pula punden berundak dan tempat pertapaan. Candi-candi di Gunung Penanggungan memiliki gaya yang unik, yaitu bangunannya menempel pada dinding gunung/lereng, tidak berdiri sendiri. ini adalah di puncak gunung penanggungan bila kita menghadap selatan, karena pada bagian selatan gunung penanggungan ada gunung kelud yang menjulang begitu besar.